Teori - Teori Komunikasi Kelompok

Sabtu, 24 November 2012

 
1. TEORI KEPRIBADIAN KELOMPOK (Group syntality Theory)
  • Merupakan studi mengenai interaksi kelompok pada basis dimensi kelompok dan dinamika kepribadian.
  • Dimensi kelompok merujuk pada ciri-ciri populasi populasi atau kareteristik individu
                (umur,intellingence)
  • Dinamika kepribadian lebih cenderung pada tingkat /derajat suatu kelompok.
2. TEORI PERCAKAPAN KELOMPOK (Group achievement theory).
  • Teori ini berkaitan dengan produktivitas kelompok atau upaya  untuk mencapainya melalui pemeriksaan masukan dari anggota (member Input), variabel perantara, dan keluaran dari kelompok.
  • Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan.
3. Teori Pemikiran Kelompok (Groupthink Theory)          
     Pencetus Teori ini adalah : Irving L. Janis
  • Groupthink oleh Janis adalah untuk menunjukkan sutau model berpikr sekelompok orang  adalah bersifat terpadu (Kohesif)
  • Groupthinkbiasa terjadi apabila sebuah kelompok mengambil keputusan yang salah karena adanya tekanan kelompok yang mengakibatkan turunna efisiensi mental, berkurangnya pengujian realita.
  • Toeri ini mensupport konflik.
4. Teori Perbandingan Sosial
  • Tindakan Komunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap,pendapat dan kempuannya dengan individu lain.
  • Pandangan teori ini tekanan berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya akan mengalami peningkatan jika muncul ketidaksetujuan yang berkaitan dengan suatu kejadian/peristiwa.
5. Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory)
  • Teori ini didasarkan pada pemikiran bahwa seseorang mencapai satu pengertian mengenai sifat kompleks dari kelompok denga mengkaji hubungan diantara dua orang (dyadic relationship)
  • Teori ini diartikan bahwa interaksi manusia melibatkan pertukaran barang dan jasa, biaya (cost) dan imbalan (reward).
5. SOCIOMETRIC THEORY (Teori Sosiometrik)
  • Sociometric Theory ini merupakan sebuah konsepsi yang mengacu pada suatu pendekatan metodologis dan teoretis terhadap kelompok.
  • Asumsi yang dimunculkan adalah bahwa individu-individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi, sebaliknya individu-individu yang saling menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan tindak komunikasi.



referensi: http://edmonroyankalesaran.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar